INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
DOI:
https://doi.org/10.62058/jampi.v3i1.179Keywords:
Integrasi; Sains; Fisika; Pendidikan Agama Islam; Ayat Kauniyah.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep integrasi antara Islam dan sains, khususnya fisika, dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, serta mengidentifikasi implementasi integrasi tersebut untuk menciptakan pembelajaran yang holistik, bermakna, dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder yang meliputi kitab tafsir, kitab hadis, literatur fikih klasik dan kontemporer, jurnal ilmiah nasional terakreditasi, buku-buku pendidikan Islam, serta literatur sains fisika. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) secara sistematis dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Islam dan sains dalam pembelajaran fisika dapat dilakukan melalui pendekatan integrasi-interkoneksi yang menempatkan Al-Qur'an sebagai landasan utama dan sumber inspirasi, sementara sains berperan sebagai alat untuk menjelaskan ayat-ayat kauniyah. Beberapa contoh konkret integrasi meliputi: (1) materi energi dan perubahannya dikaitkan dengan QS. An-Nahl ayat 12; (2) Materi Tata Surya dikaitkan dengan QS. Al-Anbiya' ayat 33, QS. Yasin ayat 38, dan QS. Az-Zariyat ayat 7; (3) materi gelombang bunyi dan cahaya dikaitkan dengan QS. Al-A'raf ayat 78, QS. Az-Zumar ayat 68, QS. An-Nur ayat 35; (4) Materi gaya dan gerak dikaitkan dengan QS. Ar-Ra'd ayat 11, QS. Maryam ayat 25, dan QS. Al-Waqiah ayat 4-6. Integrasi Islam dan sains dalam pembelajaran fisika tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik, tetapi juga memperkuat keimanan, membentuk akhlak mulia, serta menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab moral. Pendekatan ini menjadi solusi atas dikotomi ilmu agama dan ilmu umum sekaligus mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.



