Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam https://journalsacademy.com/index.php/OJS <p style="text-align: left;"><strong>Administra si dan Manajemen Pendidikan Islam (JAMPI) </strong>adalah jurnal dengan nomor EISSN:<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20240124240967021">3046-4595</a> dan nomor ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20240504361083516">3048-3484</a> yang diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari dan bulan Juli oleh CV. Pustaka An Nur yang terletak di Jl. Suhada Kel. Tembilahan Barat, Kec. Tembilahan Hulu, Kab. Indragiri Hilir, Provinsi Riau. JAMPI dapat diakses secara terbuka bagi para Peneliti, Dosen dan Mahasiswa yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya di bidang administrasi pendidikan dan Manajemen Pendidikan Islam. JAMPI mengundang manuskrip tentang berbagai topik selain bidang fungsional Administrasi Dan Manajemen Pendidikan Islam Seperti pendidikan formal dan non formal, kebijakan pendidikan, teknologi pendidikan, kurikulum pendidikan dan berbagai bidang yang terkait dengan manajemen pendidikan. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut terkait Jurnal Online JAMPI silahkan layangkan pesan melalui email <a style="background-color: #ffffff; font-size: 0.875rem;" href="mailto:jampijampiislam678@gmail.com">jampijampiislam678@gmail.com</a><span style="font-size: 0.875rem;"> atau ke Nur Komariah WA 085362575950</span></p> CV. Pustaka An Nur en-US Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam 3048-3484 PENGARUH PEMBIASAAN SHALAT BERJAMA’AH TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN BERAGAMA SISWA PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BONAI DARUSSALAM https://journalsacademy.com/index.php/OJS/article/view/164 <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kesadran dan disiplin siswa dalam shalat berjama’ah.Program pembiasaan shalat berjama’ah&nbsp; meningkatkan kesadaran siswa dalam menjalankan ibadah wajib. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pembiasaan shalat berjama’ah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bonai Darussalam, peningkatan kesadaran&nbsp; beragama siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bonai Darussalam dan apakah terdapat pengaruh pembiasaan shalat berjama’ah siswa terhadap peningkatan kesadaran beragama siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bonai Darussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Populasi penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bonai Darussalam yang berjumlah 133&nbsp; orang siswa dengan menggunakan teknik <em>proportional random sampling</em>, sehingga diperoleh sampel yang berjumlah 57 orang siswa sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bonai Darussalam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi <em>product moment.</em> Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1)Kegiatan Pembiasaan <em>Shalat Berjama’ah </em>di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bonai Darussalam berjalan baik, ditunjukkan oleh capaian sebesar 69,% kategori baik. 2)Peningkatan Kesadaran Beragama siswa berada pada kategori cukup capaian 61%, yang berarti siswa telah memiliki Kesadaran beragama, namun memerlukan Peningkatan lanjut. 3)Pengaruh Pembiasaan Shalat Berjama’ah Terhadap Kesadaran Beragama siswa terbukti positif dan signifikan, kontribusi sebesar 70 %, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.</p> Sarmadhan Lubis Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam 2026-01-17 2026-01-17 3 1 1 17 10.62058/jampi.v3i1.164 PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA OLEH GURU PAI TERHADAP PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 06 SIAK HULU DESA TANAH MERAH KAMPAR https://journalsacademy.com/index.php/OJS/article/view/163 <p><em>Kepribadian muslim seperti digambarkan oleh Al-qur’an tentang tujuan dikirimkan Rasulullah Muhammad SAW kepada umatnya, yaitu menjadi rahmad bagi sekalian alam. pembinaan kepribadian muslim adalah sebagai pembimbing,&nbsp; pendidik, teladan, pembiasaan, pengawas dan pengajar. Adapun Pembatasan masalah, pada hal-hal yang menyangkut masalah peranan guru PAI dalam pembinaan kepribadian muslim peserta didik di SMP Negeri 06 Siak Hulu. Sedangkan rumusan masalah bagaimana peranan guru PAI dalam pembinaan kepribadian muslim peserta didik di SMP Negeri 06 Siak Hulu Desa Tanah Merah Kampar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan guru PAI dalam pembinaan kepribadian muslim peserta didik di SMP Negeri 06 Siak Hulu&nbsp; Desa Tanah Merah Kampar. Tempat penelitian ini di SMP Negeri 06 Siak Hulu Desa Tanah Merah Kampar. Populasi dalam penelitian ini guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berjumlah 2 orang. Subjek penelitian ini guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 06 Siak Hulu Desa Tanah Merah Kampar. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan informasi, melalui wawancara maupun observasi&nbsp; langsung. Hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa “peranan guru PAI dalam pembinaan kepribadian muslim peserta didik di SMP Negeri 06 Siak Hulu&nbsp; Desa Tanah Merah Kampar. Sifat-sifat yang berkenaan dengan akidah, sifat-sifat yang berkenaan dengan ibadah, sifat-sifat yang berkenaan dengan hubungan sosial, sifat-sifat yang berkenaan dengan hubungan kekeluargaan, sifat-sifat moral, sifat-sifat emosional dan sensual, sifat-sifat kognitif dan intelektual, sifat-sifat yang berkenaan dengan kehidupan praktis dan professional dan sifat-sifat fisik, maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini adalah “Baik” guru PAI sudah berperan dalam pembinaan kepribadian muslim peserta didik</em></p> Dwi Restiana Sarmadhan Lubis Mhd Iskandar Lubis Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam 2026-01-18 2026-01-18 3 1 18 24 10.62058/jampi.v3i1.163 FILSAFAT PANCASILA DAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN NASIONAL https://journalsacademy.com/index.php/OJS/article/view/167 <p>Pendidikan nasional Indonesia menghadapi berbagai tantangan internal, khususnya krisis pembelajaran yang berdampak pada rendahnya capaian literasi dan numerasi peserta didik, serta perlunya peningkatan kompetensi guru agar memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset). Di sisi lain, keberagaman budaya, bahasa, dan kearifan lokal Indonesia merupakan modal penting untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, yang perlu dioptimalkan secara bijak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Artikel ini bertujuan mengkaji filosofi pendidikan dan pendidikan nilai dengan menempatkan Filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai landasan utama pendidikan nasional. Pembahasan menegaskan bahwa Pancasila berfungsi sebagai dasar filosofis dan normatif dalam penyelenggaraan pendidikan nasional yang berorientasi pada penguatan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Sementara itu, pemikiran Ki Hajar Dewantara menekankan pendidikan yang memerdekakan, berpusat pada peserta didik, serta selaras dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Prinsip trilogi kepemimpinan Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani serta sistem among menjadi fondasi penting dalam membangun pembelajaran yang menuntun, bukan menuntut. Melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara, pendidikan diharapkan mampu mewujudkan pembelajaran yang bermakna, berkarakter, dan relevan dengan tantangan abad ke-21, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.</p> Endang Dewi Susanti Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam 2026-01-27 2026-01-27 3 1 25 35 10.62058/jampi.v3i1.167 PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MUADALAH SALAFIYAH https://journalsacademy.com/index.php/OJS/article/view/173 <p>Penelitian ini membahas penjaminan mutu pendidikan pada lembaga muadalah salafiyah, yaitu pesantren tradisional yang memperoleh pengakuan formal dari negara dan ijazahnya disetarakan dengan pendidikan formal. Fokus utama kajian ini adalah pentingnya membangun sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan karakteristik pesantren salafiyah namun tetap memenuhi standar pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi literatur sebagai sumber utama. Penerapan penjaminan mutu di pesantren muadalah menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dalam manajemen mutu, minimnya sarana dan prasarana, budaya resistensi terhadap perubahan, hingga lemahnya sistem dokumentasi dan evaluasi internal. Meski demikian, terdapat upaya perbaikan seperti pelatihan guru, pembentukan tim penjaminan mutu internal, serta pengintegrasian nilai-nilai keislaman dalam standar mutu. penelitian ini mengemukakan bahwa strategi peningkatan mutu pendidikan muadalah meliputi penguatan budaya mutu berbasis nilai Islam, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan sistem monitoring dan evaluasi, serta kemitraan aktif dengan pemerintah dan masyarakat. Penjaminan mutu bukan hanya tuntutan administratif, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga eksistensi pesantren di tengah arus modernisasi pendidikan. Dengan demikian, penerapan sistem mutu yang kontekstual dan berkelanjutan di lembaga muadalah salafiyah sangat penting guna mencetak lulusan yang berilmu, berakhlak, dan memiliki daya saing tinggi dalam dunia pendidikan dan masyarakat luas.</p> Mirna Wati Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam 2026-01-27 2026-01-27 3 1 36 41 10.62058/jampi.v3i1.173 KONSEP MUTU PENDIDKAN QUALITY MANAJEMEN, QUALITY CONTROL DAN QUALITY ASSURANCE https://journalsacademy.com/index.php/OJS/article/view/161 <p>Manajemen peningkatan mutu pendidikan memiliki peran sangat penting untuk di implementasikan secara terus menerus dan berkesinambungan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan Lembaga Pendidikan dalam memenuhi tuntuan kebutuhan peserta didik dan masyarakat agar mampu bersaing di tengah-tengah era informasi dan globalisasi. Dalam jurnal artikel ini penulis tergugah untuk mengetahui bagaimana, Konsep mutu Pendidikan Quality Manajemen, Quality Assuran dan Quality Control pada suatu Lembaga Pendidikan, agar kita benar-benar dalam mengimplementasikannya dapat mencapai tujuan ideal sebagai sebuah lembaga pendidikan lebih optimal dan memuaskan bagi penerima jasa Pendidikan itu sendiri. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan Literature Review atau tinjauan pustaka. Metode ini berfungsi untuk mengumpulkan serta menganalisis data atau informasi yang berkaitan dengan topik tertentu dari berbagai referensi, seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, internet, tesis, maupun laporan penelitian lainnya. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa setiap lembaga pendidikan yang ingin maju dan berkembang harus memperhatikan manajemen mutu Pendidikan, mengelolanya dengan baik serta mewujudkannya dengan professional sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas di Lembaga tersebut.</p> Mhd Nur Husna Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam 2026-01-29 2026-01-29 3 1 41 49 10.62058/jampi.v3i1.161 SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MUADALAH https://journalsacademy.com/index.php/OJS/article/view/162 <p>Pendidikan muadalah merupakan bentuk inovasi dalam sistem pendidikan pesantren yang telah memperoleh pengakuan formal dari negara melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Sistem ini memadukan kurikulum khas pesantren dengan standar nasional pendidikan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional Islam. Namun, legalitas formal ini membawa konsekuensi pada tuntutan kualitas dan relevansi pendidikan muadalah di tengah dinamika masyarakat dan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, sistem penjaminan mutu menjadi aspek fundamental dalam menjamin keberlangsungan dan daya saing pendidikan muadalah. Penjaminan mutu dalam konteks ini mencakup manajemen lembaga, kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, kurikulum integratif, serta pelibatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran dan evaluasi. Artikel ini membahas konsep dasar pendidikan muadalah, landasan yuridisnya, karakteristik kelembagaannya, serta strategi implementasi penjaminan mutu yang relevan dan kontekstual. Selain itu, dibahas pula tantangan yang dihadapi lembaga muadalah seperti keterbatasan SDM, infrastruktur, pemahaman tentang mutu, serta belum terbentuknya budaya mutu yang menyeluruh. Peran pemerintah juga diulas secara mendalam, mulai dari aspek regulasi, fasilitasi pelatihan, dukungan sarana, hingga penguatan sistem akreditasi. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, tulisan ini bertujuan memberikan kontribusi akademik dan praktis dalam pengembangan sistem mutu pendidikan Islam berbasis pesantren. Diharapkan, strategi-strategi yang ditawarkan mampu menjadikan pendidikan muadalah sebagai model pendidikan Islam yang unggul secara spiritual, akademik, dan manajerial di era globalisasi.</p> Siti Kamariah Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam 2026-01-29 2026-01-29 3 1 50 62 10.62058/jampi.v3i1.162 INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA https://journalsacademy.com/index.php/OJS/article/view/179 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep integrasi antara Islam dan sains, khususnya fisika, dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, serta mengidentifikasi implementasi integrasi tersebut untuk menciptakan pembelajaran yang holistik, bermakna, dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan <em>(library research)</em>. Data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder yang meliputi kitab tafsir, kitab hadis, literatur fikih klasik dan kontemporer, jurnal ilmiah nasional terakreditasi, buku-buku pendidikan Islam, serta literatur sains fisika. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi <em>(content analysis)</em> secara sistematis dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Islam dan sains dalam pembelajaran fisika dapat dilakukan melalui pendekatan integrasi-interkoneksi yang menempatkan Al-Qur'an sebagai landasan utama dan sumber inspirasi, sementara sains berperan sebagai alat untuk menjelaskan ayat-ayat kauniyah. Beberapa contoh konkret integrasi meliputi: (1) materi energi dan perubahannya dikaitkan dengan QS. An-Nahl ayat 12; (2) Materi Tata Surya dikaitkan dengan QS. Al-Anbiya' ayat 33, QS. Yasin ayat 38, dan QS. Az-Zariyat ayat 7; (3) materi gelombang bunyi dan cahaya dikaitkan dengan QS. Al-A'raf ayat 78, QS. Az-Zumar ayat 68, QS. An-Nur ayat 35; (4) Materi gaya dan gerak dikaitkan dengan QS. Ar-Ra'd ayat 11, QS. Maryam ayat 25, dan QS. Al-Waqiah ayat 4-6. Integrasi Islam dan sains dalam pembelajaran fisika tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik, tetapi juga memperkuat keimanan, membentuk akhlak mulia, serta menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab moral. Pendekatan ini menjadi solusi atas dikotomi ilmu agama dan ilmu umum sekaligus mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.</p> Anas Nazarsyah Kadar M. Yusuf Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam 2026-01-29 2026-01-29 3 1 63 72 10.62058/jampi.v3i1.179